Tak Semuanya Bisa Menutup Mata Batin

Avatar

Bagi sebagian besar orang yang belum terbuka mata batinnya, maka biasanya ingin terbuka mata batinnya.

Entah apa pun tujuannya. Sebab, bagi mereka yang belum terbuka mata ketiganya, ada rasa penasaran dan ingin melihat makhluk astral atau memasukai dunia gaib.

Hanya saja, tidak banyak orang yang tahu bahwa membuka mata batin tidak hanya selalu soal melihat makhluk gaib atau makhluk astral.

Lebih dari itu.

Dan sebaliknya, ketika seseorang sudah terbuka mata batinnya dan ia sebenarnya belum siap, maka ia ingin menutup mata batinnya.

Ya, memang tidak semuanya siap untuk terbuka mata batinnya. Tapi, memang ada orang-orang tertentu yang terbuka tanpa disengaja, bawaaan, atau keturunan.

Beda lagi dengan orang yang memang ingin belajar membuka mata batin. Biasanya secara mental dia sudah siap.

Siapa pun Anda, entah sudah terbuka mata batinnya atau belum. Mau menutup mata batinnya atau tidak, Saya beri tahu bahwa tidak semua orang bisa menutup mata batinnya.

Sebab, memang ada orang-orang tertentu yang diberi kelebihan oleh-Nya. Dan kelebihan ini bisa digunakan utuk tujuan membantu sesama.

Seperti para pakar spiritual, rata-rata mereka memang sudah terbuka mata batinnya. Itu sebabnya, banyak sekali pakar spiritual yang memang tabiatnya baik, maka mereka suka membantu sesama.

Bahkan, banyak juga orang yang ingin belajar membuka mata batin pada Saya dengan tujuan untuk membantu sesama.

Dalam hati, Saya sangat salut dengan orang ini. Namun, seperti yang pernah saya sampaikan juga bahwa sebenarnya membuka mata batin juga tidak semuanya mampu.

Sebenarnya, bisa. Akan tetapi, terkadang orang tersebut yang memang belum mampu. Belum mampu secara lahir atau batin.

Nah, jika Anda termasuk orang yang ingin tertutup mata batinnya dan memang belum bisa tertutup, bisa saja Anda termasuk orang yang ditakdirkan oleh-Nya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Sama seperti saya yang saat ini menjalani sebagai konsultan spiritual yang dibutuhkan begitu banyak orang. Jadi, terima saja anugerah itu dan jadilah bermanfaat untuk sesama sehingga kehiudpan Anda bisa menjadi jauh lebih bermakna.

Dengan begitu, Anda bisa berguna bagi orang lain.