Sarana Spiritual, Langkah Ikhtiar yang Sakral

Avatar

Anda pun tahu bahwa usaha lahiriah saja tidak cukup. Perlu usaha batiniah atau ikhtiar batin sebagai langkah menuju hajat.

Dan salah satunya adalah dengan sarana spiritual. Di sini, Saya hanya ingin sampaikan satu hal bahwa sarana spiritual itu adalah langkah ikhtiar yang sakral.

Ya, di dalamnya ada spirit, ada sebuah energi yang tak kasat mata. Dan ketika spirit itu diniatkan atau ditujukan untuk suatu hal, maka bisa membantu seseorang atas izin dan kuasa-Nya.

Itu sebabnya, terkadang Saya mendapati ada klien yang memahar sebuah sarana spiritual dengan cara mencicil.

Secara energi spiritual, ini memang kurang bagus. Dan tentu saja, energinya tidak bisa bekerja dengan maksimal karena mahar belum tuntas.

Sama halnya dengan hubungan pernikahan di dalam Islam. Jika si istri belum dilunasi maharnya, maka tak boleh digauli.

Artinya, tidak boleh melakukan hubungan intim meski sudah tinggal satu atap. Karena mahar belum ditebus lunas.

Karena, pernikahan itu juga sakral. Suci. Tidak bisa dibuat main-main. Begitu juga dengan sebuah sarana spiritual.

Ini pun sakral, tak bisa dibuat main-main.

Ketika ada seseorang yang ingin maharkan sebuah sarana spiritual Saya dengan cara mencicilnya, sebenarnya Saya pun terasa aneh. Ya, lucu saja.

Ini sarana spiritual, bukan produk seperti meja, kursi, motor, mobil, atau apa pun.

Sebuah hal sakral kok dibuat main-main. Lalu, Saya pun mengambil jalan tengahnya.

Karena Saya pun tidak mau membiarkan seseorang menunggu terlalu lama untuk mengumpulkan uangnya hanya untuk memaharkan sarana spiritual dan belum juga mendapatkan sebuah solusi.

Akhirnya, ya Saya izinkan. Hanya saja, perlu diketahui juga untuk energinya belum bisa digunakan secara maksimal. Namun, tetap masih bisa digunakan meski belum maksimal.

Akan lebih baik lagi, ketika memahar sebuah sarana spiritual apa pun itu, tidak harus dari Saya, Anda benar-benar mempersiapkan diri.

Siap dengan diri Anda dan juga siap dengan maharnya. Dan jangan berhutang juga ketika memaharnya.

Sebab, energi pemaharan dari dana berhutang juga tidak baik.

Itu saja dulu dari Saya. Semoga Anda bisa memahaminya. Saya doakan selalu agar kebaikan, kemudahan, keberkahan, dan keberlimpahan rezeki selalu menyertai diri Anda. Amin.