5 Pepatah Orang Jawa yang Bikin Hidup Anda Lebih Kaya, Bahagia & Bermakna

Master Khilman

Pakar Metafisika at Pusat Metafisika Asia
Artikel ini ditulis oleh Master Khilman, seorang pakar metafisika yang ahli di bidang ilmu spiritual, energi aura, prana, ilmu hikmah, dan benda bertuah.
Avatar

Di Indonesia terdapat beragam suku, dan diantara banyaknya suku di Indonesia, suku Jawa bisa dibilang suku yang jumlahnya terbesar di Indonesia.

Mereka tidak hidup dan tinggal di tanah Jawa saja, orang Jawa tersebar di seluruh Indonesia, dari sabang sampai Merauke. Hal ini disebabkan karena sejak dulu orang Jawa memiliki kebiasaan merantau.

Dan tak jarang juga dari mereka ada yang sukses di tanah rantauan. Tidak dipungkiri sebagian besar tokoh penting atau publik figur berasal dari Jawa. Misalnya politikus, artis, ilmuwan, penulis, atlet, musisi dan masih banyak lainnya.

Baca Juga : Omzet Turun? Begini 5 Langkah Meningkatkan Omzet Dagangan Anda

Lantas apa rahasia kesuksesan mereka?

Rahasianya adalah kekayaan yang mereka miliki sejak dalam rahim. Kekayaan ini bukanlah berupa harta dan tahta, kekayaan yang orang Jawa miliki adalah filosofi hidup yang dijadikan pedoman dari lahir sampai meninggal nanti.

Filosofi hidup ini sangat bermanfaat dan bisa Anda terapkan dalam kehidupan meski Anda bukan orang Jawa. Berikut 5 pepatah orang Jawa yang bisa Anda terapkan agar hidup Anda lebih kaya, bahagia dan bermakna.

1.Wong Jowo Iki Gampang Ditekuk-tekuk

Pepatah inilah yang menyebabkan orang  Jawa tersebar di mana-mana. Pepatah ini berarti “Orang Jawa Mudah Ditekuk atau Fleksibel”. Ya, orang Jawa itu luwes dan mudah berbaur dengan suku-suku lainnya.

Filosofi ini sangat penting karena kita harus bisa menyeusaikan diri dan beradaptasi di manapun kita berada. Ketika kita mendapat penerimaan, memiliki relasi yang banyak, disukai banyak orang, maka kehidupan sosial kita pun akan jauh lebih mudah.

2.Nrimo Ing Pandum

Pepatah ini bermakna “Menerima pemberian dengan ikhlas”.  Menerima di sini berarti menerima segala kondisi kita atas pemberian dari Tuhan yang Maha Kuasa.  Menerima tidak sekedar berpasrah diri, namun juga mencari hikmah atas apa yang dialami.

Ketika kita menerapkan filosofi ini, kita tidak akan pernah merasa kekurangan. Kita akan selalu bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini dan tetap melakukan usaha yang terbaik untuk memperbaiki kekurangan dalam hidup.

3.Alon-alon Waton Kelakon

Dalam menjalani segala sesuatu kita tidak boleh tergesa-gesa, tetapi mengikuti proses secara bertahap. Alon-alon (pelan), bukan berarti lambat berproses, namun lebih mengarah pada kesabaran dan berhati-hati dalam mewujudkan impian agar tidak celaka di jalan.

4.Sapa Nandur Bakalan Ngunduh

Pepatah ini mungkin tidak asing bagi kita. Kalimat ini berarti “Siapa yang menanam, pasti bakal menuai”. Jika kita melakukan pekerjaan yang baik, kita pasti akan menikmati hasil yang baik juga.

5.Wong Sabar Rejekine Jembar, Wong Ngalah Uripe Berkah

Pepatah ini berarti “Orang sabar, rezekinya banyak. Orang yang mengalah, hidupnya berkah”. Hampir semua orang Jawa menerapkan filosofi ini dalam kehidupan mereka. Oleh sebab itu, orang Jawa terkenal dengan kesabarannya. Orang Jawa juga selalu mengalah dan tidak nyolot kalau sedang berselisih dengan orang lain.

Filosofi ini juga cocok diterapkan untuk oran yag sedang menjalani bisnis. Ya, ketika kita mau bersabar untuk mewujudkan impian, kita pasti akan menjalani setiap proses dengan sukacita karena kita tahu impian pastilah akan terwujud tepat pada waktunya.

Itulah 5 pedoman hidup orang Jawa. Dalam berpenampilan, bersikap dan bertutur kata mereka berupaya untuk jadi manusia yang sederhana (gak neko-neko). Karena sikap yang berlebihan biasanya akan mengundang ketidaksukaan dari oranglain. Bagi orang Jawa, menjadi sosok yang sederhana akan membuat mereka lebih bahagia, hidup lebih bermakna dan membukakan pintu rezeki agar lebih lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *